Mahasiswa Food & Beverage suka menulis lahir di jakarta 1996 pada bulan januari tanggal 19 . jurusan boga suka menulis dan jarang masuk kelas boga,tetapi suka menciptakan menu sendiri dari pembelajaran di kelas . suka radio,novel,komik,dan kamu.
Ceritanya runtuh, doanya luruh hanya ada satu nama kamu. Bila waktu datang kembali Kering darah yang ku pungut Tetap kutitip risau pada rembulan Saat sang langit juga merindukan Sayang sekali, Tuhan begitu cekatan mengambil kenangan Ragamu terlupa tak ku genggam Dan ku terlupa tanganku semungil kuku hawa Tak bisa menjamah, rembulan tenggelam disaat kamu di panggil langit Lantas, bagaimana denganku? Bukannya ini tidak adil? Aku cemburu pada Tuhan yang selalu dekat denganmu saat ini Isak tangis terus mewarnai pemakamanmu sore ini Di kelilingi bukit, rumput dan pohon-pohon sepertinya senantiasa menghantarkan kamu Aku bersama buku kecil terus memandangi nisan yang elok dan masih nyata tintanya " Jika pada akhirnya pupus dan musnah lantas mengapa Tuhan bangunkan nirwana rasa yang megah di dada ini " Bila waktunya Langit memanggilmu pulang—tak bersisa bercak, aku memungut sisa darah hidungmu— wahai peramai hari Jangan kau risau Semesta bersamamu Dan aku, pilu tanpamu
Sejak bersenda gurau denganmu Kamu mahir memainkan kata demi kata Malam itu terasa sangat candu Perempuan dengan magisnya, nyaman bercerita Rentetan waktu telah kita habiskan Seandainya kita bertemu di lain waktu Aku ingin banyak bercengkrama denganmu Tambah porsi kedua, ketiga entah memang sengaja agar bisa lebih lama dari biasanya Magismu meluluhlantakan persepsi tentang stranger Tidak asik, terlalu kaku, berkomunikasi tidak nyambung Nyatanya, kamu menepis semua stigma yang ada Teruntuk perempuan dengan magisnya, kamu istimewa Tetaplah selalu menjadi yang memberikan kenyamanan Bukan karna kamu punya segalanya Bukan karena kamu impian setiap pria Melainkan, kamu perempuan pembawa pelita Menemani suka dan duka Penerang suram sukma
- someday, kamu akan menemukan tempat dimana hal hal kecil kamu di hargai - tidak ada yang lebih indah, selain menemukan seseorang yang cintanya setara dengan kita - karena sekuat apapun seseorang, adakalanya mereka ingin didengar, diberi dukungan dan ingin dipahami perasaannya - aku hanya sedikit ingin dirayakan aku tidak meminta ini dan itu berlebihan sesekali aku ingin dengar kamu berucap rindu nyatanya itu semua palsu obatku letihku adalah bertemu kamu ketidakberdayaanku adalah bercengkrama denganmu tapi hanya aku yang bergembira sedangkan kamu, hanya berpura-pura - disuatu tempat, seseorang sedang mencari dirimu dalam setiap orang yang mereka temui
Komentar
Posting Komentar